Skip to main content

UANG BUKANLAH SEGALANYA DALAM HIDUP

UANG BUKANLAH SEGALANYA DALAM HIDUP


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Alangkah munafik dan sedikit naif memang kedenagaranya, jika ada diantara kita yang memprokalamirkan diri akan ketidak butuhannya terhadap uang. Perihal yang satu ini agaknya telah menjadi candu bagi kebanyakan orang, karena dapat membuat para maniaknya menjadi ketagihan dan merasuk kedalam saraf otak, sehingga dalam fikirannya pun hanya uang dan uang. Tak heran sekali kalau sering kali kita temukan banyak sekali orang-orang yang menghambakan diri dan diperbudak oleh uang, sadar atau tidak itu tetap mereka jalani.
Dalam hidup keseharian manusia, umumnya hanya diprioritaskan untuk mengumpulakan uang sebanyak-banyaknya, sebagi wujud penginterpretasian mereka terhadap ajaran-ajaran agama yang pada dasarnya bermaksud benar, namun diinterpretasikan salah, terlepas dari kepentingan-kepentingan bathiniah. Kehormatan, keyakinan, harga diri, ketaatan, bukan lagi dianggap orang sebagai sesuatu yang penting dan berharga. Orang rela menjadi penjilat gara-gara uang, seorang gadis rela menaggalkan keperawanannya demi mendapatkan selembar uang ratusan ribu.
Westernisasi dengan gaya hidup konsumerismenya semakin mendukung untuk orang selalu dan selalu berfikir materialistis dan membawa uang melambung tinggi gungga dipuja-puja oleh manusia. Orang yang tadinya bersaudara baik, menjadi terpecah belah akibat memperebutkan uang, orang yang tadinya taat dalam beragama, seketika berubah menjadi individu-individu yang liar dan murtad dari keyakinannya, karena tergadaikan oleh seonggok uang. Fenomena-fenomea seperti ini bukan hanya terjadi pada masyarakat-masyarakat kecil semata, namun penyakit ini justru menjangkit orang-orang besar yang memilki posisi kekuasaan dan jabatan, sehingga tidak heran jika korupsi semakin meraja lela.
Agaknya, memang kita tidak bisa menapikan kekuatan uang (power of monitery), sehingga mungkin sangat tepat sekali dalam kontek ini dibenarkan apa yang diungkapkan oleh salah seorang sosiolog yang mengatakan kalau uang adalah indera ke enam bagi manusia. Betapa tidak, dengan uang oarang ”bisa mendapat segala apa yang diiginkan”, entah itu kebahagiaan, kesenangan, kemewahan, kedudukan dan sebagainya. Meskipun terkadang orang secara lahirnya cacat, namun dengan uang dia bisa menyulap kecacatannya itu menjadi seseuatu yang sempurna, bahkan lebih sempurna dari orang normal pada umumnya.
Sebagai manifestasi dari begitu berkuasa dan berartinya uang dalam kehidupan manusia, muncullah negara-negara kapitalis yang yang mengandalkan uang sebagai senjata paling ampuh dalam perang untuk menaklukkan idealisme manusia. Banyak negara-negara yang secara tidak langsung tergadaikan akibat terlilit hutang yang ditawarkan negara-negara kapitalis, termsuk indonesia salah satunya. Secara tidak langsung, uang dalam konteks kapitalis ini telah menjadikan negara-negara miskin tergiring kembali pada bentuk penjajahan model baru yang lebih menyakitkan dari pada penjajahan yang dilakukan bangsa-bangsa komunis dulu.

Rumusan Masalah
1. Bagaimana pandangan masyarakat umunya tentang uang dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari
2. Bagaimana sumbangsih uang dalam mempengaruhi setiap dimensi kehidupan manusia

Tujuan
¯ Menemukan daya tarik yng dimiliki oleh yuang sehingga menjadi sesuatu yang diperbutkan dan menggiurkan bagi masyarakat


BAB II
PEMBAHASAN
Secara prediktif, tentunya uang memiliki pengaruh yang sangat besar sekali dalam mengatur hidup manusia, sebagaimana yang telah dipaparkan pada abstraksi sebelumnya diatas, bahwasanya uang begitu bernilai dan bergharganya dimata masyarakat, bahkan karena saking berharganya, orang sampai menghambakan diri dan rela diperbudak oleh uang. Ketika dijanikan uang, ”manusia” tak uabahnya seekor anjing yang rela melakukan apapun yang diperintahkan demi mendapatkan sebatang tulang dari tuannya, bahkan tuannyapun terkadang diterkam dari belakang demi mendapatkan apa yang diinginkan.
Dengan demikian, bukan berarti lantas kita akan betul-betul menyerah dengan prediksi yang ada, meskipun prediksi itu didasarkan atas beberapa fenomena yang ada. Namun lebih jauh kita akan mencoba mencari dan menelusuri bagaimana pandangan masyarakat umunya tentang uang dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana sumbangsih uang dalam mempengaruhi setiap dimensi kehidupan manusia itu sendiri.

A. Pandangan Masyarakat Tentang Uang Dan Penagruhnuya Bagi Kehidupan Keseharian Mereka.

Umumnya uang bagi masyarakat hanyalaha sebatas material, entah itu dalam bentuk kertas ataupun logam yang pada dasarnya tidak begitu memiliki arti penting. Namun dengan fungsi yang dimilkinya, material yang tadinya sederhana dan tidak begitu memiliki makna yang cukup esensial, berubah menjadi sesuatu yang vital dan menggiurkan.
Inak salman, salah seorag masyarakat Dusun Montong Belae,desa selebung ketangga, kecamatan keruak menyatakan bahwasanya uang bagi dia adalah sesuatu yang harus dicari dan berharga adanya, sehingga ia harus merelakan pagi harinya untuk berkumpuk dengan keluarga harus berlalu begitu saja setiap hari demi untuk pergi kepesisir pantai untuk mencari nelayan langganannya untuk hanya bisa mendapatkan ribuan uang, dan itupun kalu nelayan yang ditunggunuya mendapat hasil tangkapan yang banyak. Terutama untuk menambah penghasilan suaminya yang hanya bekerja sebagai seorang tukang kayu dan tukang bangunan dengan penghasilan yang dianggapnya tidak begitu sepadan dengan kebeutuhan yang harus dikeluarkan, megingat mereka harus membiayai kedua anaknya yang bersekolah di SMP dan SMA, meskipun tidak begitu terlalu nenbutuhkan biaya yang besar, namun bagi orang yang berpenghasilan seperti mereka, uang sangat sulit sekali untuk didapatkan.
Selanjutnya dari orang dengan latar belakang kondisi perekonomian keluarga yang berbeda dengan Inak Salman tersebut, yakni Ibuk Haji Sumiati yang haya ibu rumah tangga biasa, namun dia adalah seorang istri perwira tentara. Ketika ditanya mengenai bagaimana pandangannya tentang uang, ia menyatakan bahwasanya uang bagi dia adalah penting adanya dan juga tidak adanya uang adalah bencana bagi rumah tangga, karena sebagai ibu rumah tangga, jika uang dapur sedang minim, maka siap-siap saja untuk pusing memikirkan mengenai bagaimana mensiasati minimnya uang belanja keperluan dapur tersebut.
Disamping itu, ada juga yang memandang kalau uang adalah surga dunia, karena dengan uang bisa mendapatkan apapun yang diinginkan, termasuk wanita-wanita cantik akan berdatangan merebutnya. Dan hal pertama kali yang akan dilakukan jika memiliki uang yang banyak adalah membeli semua jenis mobil yang ada dan tentunya akan meninggalkan tempat ia berkuliah sekarang ini dan mencari tempat kuliah yang lebih mewah dan terkenal. Demikian dipaparkan Sumardi alias Obik, salah seorang pemuda yang sekarang sedang menempuh studi di STKIP HAMZANWADI Selong.
Pandangan yang bertentangan dipaparkan oleh Yusuf Efendi, salah seorang dosen di STKIP HAMZANWADI Selong jebolan Universitas Gajah Mada Yoyakarta itu menyatakan bahwasanya bagi dia uang bukanlah segalanya, buktinya tanpa uang manusia masih tetap hidup, sembari menceritakan pengalaman-pengalamannya selama berkelana dengan bermodalkan nekad. Bagi dia, ketika uangnya habis maka bukanlah sebagai sesuatau yang menakutkan, seperti yang umumnya orang-orang fikirkan.
Jadi, dari sekian pendapat tersebut, dapat kita simpulakan bahwasanya uang memang memiliki kedudukan yang begitu kuat dihadapan masyarakat, terkecuali orang-orang tertentu yang memang sudah menganggap uang bukan lagi sebagai sesuatau yang mseti di cari-cari sehingga tanpa disadari akan menggiring kita ke hadapan lembah kenistaan.

B. Sumbangsih Uang Dalam Mempengaruhi Setiap Dimensi Kehidupan Manusia

Uang bukan hanya sebatas material yang digunakan untuk melakukan pembayaran terhadap pembelian yang dilakukan seseorang, namun lebih dari itu, uang dalam poisi sosialnya memiliki peranan yang begitu signifikan.
Sebagaimana yang diuangkapkan oleh seorang sosiolog yang menyatakan bahwa uang merupakan indera ke enam bagi manusia, karena dengan uang orang akan mendapatkan posisi lebih dihadapan yang lainnya. Orang yang tadinya secara keturunannya bukan dari keturunan bangsawan, namun dengan uang yang dimilikinya, ia bisa memperoleh gelar kebangsawanan tersebut, entah dengan cara membeli pengakuan dari orang lain, ataupun memang diberikan secara langsung oleh nasyarakat dengan kondisi uang atau harta yang dimilkinya.
Mungkin kita tidak akan percaya secara akal sehat, kalau ada orang yang rela mengorbankan sesuatu yang paling berharga pada dirinya demi mendapatkan uang. Ketika terdesak dengan permasalahan keuangan, orang mungkin tidak akan berfikir berkali-kali untuk melakukan sesuatu pantangan dan bahkan hal terburuk baginyapun masih tetap rela mereka lakukan demi medapatkan uang. Sering kita menyaksikan tayangan di televisi bahwasanya ada orang tua yang sampai menjual anak-anak mereka karena alasan keungan, dan bahkan yang lebih tragisnya lagi, banyak keluarga yang mengakhiri kehidupan mereka dimuka bumi ini karena alasan tidak mampu menghidupi keluarganya karena alasan keungan.
Uang disamping bisa menjadi anugrah bagi kehidupan manusia, namun juga ternyata dapat mendatangkan mala petaka dan musibah bagi pemiliknya. Contohnya saja, jika kita memiliki uang yang begitu banyaknya, namun kita simpan hanya didalam rumah, maka kita akan terus menerus akan dihantui rasa takut kalau-kalau rumah kita disatroni perampok. Dan sebagainya.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Agaknya, memang kita tidak bisa menapikan kekuatan uang (power of monitery), sehingga mungkin sangat tepat sekali dalam kontek ini dibenarkan apa yang diungkapkan oleh salah seorang sosiolog yang mengatakan kalau uang adalah indera ke enam bagi manusia. Betapa tidak, dengan uang oarang ”bisa mendapat segala apa yang diinginkan”, entah itu kebahagiaan, kesenangan, kemewahan, kedudukan dan sebagainya. Meskipun terkadang orang secara lahirnya cacat, namun dengan uang dia bisa menyulap kecacatannya itu menjadi seseuatu yang sempurna, bahkan lebih sempurna dari orang normal pada umumnya.
Namun disamping itu, Uang disamping bisa menjadi anugrah bagi kehidupan manusia, namun juga ternyata dapat mendatangkan mala petaka dan musibah bagi pemiliknya.

Daftar pustaka.
- Damsar. 2005. Sosiologi Ekonomi. PT. Raja Grafindo. Jakarta
- Sumaatmaja, Nursid dan Wihardit, Kuswaya. 2007. Perspektif Global. Universitas Terbuka. Jakarta
- Catatan Perkuliahan Sosiologi Ekonomi, 2008/2009

Comments

Popular posts from this blog

METODE PENELITIAN SOSIAL

METODE PENELITIAN SOSIAL
Definisi Penelitian adalah: Suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah (Cooper & Emory, 1995)Usaha yang secara sadar diarahkan untuk mengetahui atau mempelajari fakta-fakta baru dan juga sebagai penyaluran hasrat ingin tahu manusia (Suparmoko, 1991). Metode Penelitian adalah: Cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah = didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu rasional, empiris, dan sistematis.Rasional = Penelitian dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penalaran manusia.Empiris = cara yang digunakan dapat diamati dengan indera manusia.Sistematis = proses penelitian menggunakan langkah2 tertentu yang bersifat logis.Penelitian sosial merupakan proses kegiatan mengungkapkan secara logis, sistematis, dan metodis gejala sosial yang terjadi di sekitar kita untuk direkon…

SOSIOLOGI LINGKUNGAN

SOSIOLOGI LINGKUNGAN
Definisi Lingkungan a.Menurut UURI No.4 Tahun 1982 & UURI No. 23 Tahun 1997 Tentang Lingkungan Hidup, lingkungan didefinisikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, kedaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perkehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. b.Menurut Soerjono Soekanto, lingkungan dibedakan dalam kategori-kategori sebagai berikut: Lingkungan fisik, yakni semua benda mati yang ada di sekeliling manusia.Lingkungan biologi, yakni segala sesuatu di sekeliling manusia yang berupa organisme yang hidup (manusia termasuk juga di dalamnya).Lingkungan sosial yang terdiri dari orang-orang, baik individual maupun kelompok yang berada di sekita manusia.
Definisi Ekologi Ekologi berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu oikosyang artinya rumah atau tempat hidup, dan logos yang berarti ilmu. Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempel…